OBAT
Pahitnya Menyembuhkan
Pahitnya Menyembuhkan
Saya yang duduk di belakang mereka merasa geli dengan sikap mereka. Tapi jika kita memposisikan diri kita pada posisi mereka, bisa ikutan merasakan bahagianya emosi yang dirasakan teman yang dibalas chatnya dengan cepat oleh pacarnya. Sebaliknya, teman yang menunggu balasan chat dari pacarnya hanya menggerutu sambil mencet-mencet HP nya dengan sebalnya bisa terasakan bagaimana sebel dan sedihnya. Itulah empati. Keduanya wajar dan manusiawi.
Duh, saya jadi teringat pesan dari salah satu teman yang mengatakan bahwa yang pahit itu justru dapat menyembuhkan, sebaliknya yang manis-manis dapat memicu tertimbunya racun. Ibarat orang yang sakit justru dianjurkan minum obat yang seringkali dengan rasa pahitnya dapat menyembuhkan penyakitnya.
Dua insan yang sedang merasakan kasmaran, wajar saja jika mereka merindu. Dan... rindu itu candu. Kayak suka makan es krim, disendok, dimasukkan mulut, cepet ilang di mulut dan pengen disendok terus sampai habis es krimnya. Terkadang pengen nambah lagi.
Bisa jadi juga yang saat ini sering merasakan pahitnya menahan rindu, ia akan merasakan baik-baik saja saat pasangannya tetap slow respon dan akan merasakan kebahagiaan membuncah saat pasangannya menjadi fast respon di kemudian hari.
Iya, obat memang pahit tapi jika pahit itu justru dapat menyembuhkan maka ia akan menjadi penawar untuk manusia menyeimbangkan perasaannya.
Bisa juga itu Bu..ibarat pengamen kalo gk enak, biar cpt pergi ya dikasih uang cpt".tpi kalo pengamenya bagus nikmatin dulu musiknya lama ngasih uangnya tpi lebih nilainya.
BalasHapus😊👍👍
Hapus