Antara Nasib dengan Angka 13 Oleh: Indah Fajrotuz Zahro Mendengar angka 13 mengingatkan salah satu teman Sekolah Dasar yang lahir pada tanggal 13. Pada saat SD, ia termasuk anak yang pendiam dan menarik diri dari lingkungan bermainnya. Saat SMP kami berpisah sekolah dan dipertemukan kembali pada masa SMA. Kami sekelas saat itu. Pada masa SMA, teman ini menjadi anak yang ceria, senang bersosialisasi dan terlibat dalam organisasi di sekolah. Pada suatu waktu kami berbincang mengenai masa SD kami. Saya sampaikan bahwa ia berubah dari sosoknya saat SD. Dengan jujur ia katakan bahwa pada saat SD terjadi kesalahan pada perayaan ulang tahunnya. Saat SMP baru ia memahami bahwa di akte kelahirannya tercantum bahwa ia lahir di tanggal 15 bukan tanggal 13. Saat ditanya hubungan antara perubahan tanggal kelahiran dengan kepribadiannya. Ia menyampaikan bahwa pada saat SD ia meyakini bahwa ia lahir di tanggal yang dipercayai sebagai angka sial. Hingga ia malu saat menyebutkan tanggal kelahira...
Postingan
Menampilkan postingan dari Mei, 2018
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
INGIN BERSAHAJA? LANGITKANLAH ASA DAN BUMIKANLAH HATI Oleh: Indah Fajrotuz Zahro Beberapa hari lalu salah seorang teman menceritakan pengalamannya bertemu dengan seorang bapak di salah satu mushola di Surabaya. Sesaat setelah sholat Maghrib berjamaah. Sambil menunggu waktu Isya’, sang bapak mendekatinya sambil tersenyum. Perkenalan tersebut dilanjutkan dengan percakapan tentang kehidupan sehari-hari. Sang bapak menceritakan tentang pengalaman hidupnya. Bapak yang setiap harinya menjadi imam sholat Maghrib dan Isya’ di mushola tersebut menceritakan harapan terbesarnya adalah ingin memuliakan ilmu dan menghidupkan rumah Allah SWT seberapapun padatnya aktivitas di luar. Memuliakan ilmu dengan menuntut ilmu setinggi langit. Menghidupkan rumah Allah SWT dengan berjamaah di mushola dekat rumah dan mensedekahkan sebagian hartanya. Di akhir cerita, sang bapak dua anak ini mengungkapkan bahwa beliau adalah pengusaha property di Surabaya yang ranah bisnisnya hingga di berbagai kota di Ja...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
SAAT MENEMUI YANG MINIMAL, MAKA MAKSIMALKAN! Indah Fajrotuz Zahro Akmal, begitu ia biasa disapa. Anak lelaki yang speech delay ini tampak berbeda dari teman-teman yang lain. Berbeda dalam mengungkapkan perasaannya, berbeda dalam menyikapi stimulus dari sekitarnya. Tapi ia sama. Sama dalam hak bermain, bersosialisasi, mendapatkan perhatian dan mendapatkan pendidikan. Awal berada di lingkungan sekolah, Akmal tampak kesulitan. Ia berteriak, berlari, merebut, meludah, memukul dan kegiatan agresi juga tempertantrum lainnya. Kesulitan Akmal juga menjadi kesulitan Saya saat itu. Namun kesulitan itu beriring dengan rasa syukur. Karena saat mengalami kesulitan itulah, Tuhan semakin lebih dekat dan teringat. Setiap perilakunya saat itu membuat kalimat istighfar seringkali terlirih. Setiap perlakuan yang hendak diberikan kepada Akmal diiringi do’a terlebih dulu. Ada perasaan mendalam saat itu, perasaan bahwa Tuhan selalu menyertai jiwa ini, jiwa Akmal dan jiwa-jiwa di sekitar k...